Translate

Kamis, 12 November 2015

PERATURAN PERTANDINGAN KARATE TERBARU


Kategori Kumite
  1. Perlengkapan atlet sudah ditetapkan bahwa wajib menggunakan WKF Approved Hijab untuk atlit putri muslimah bagi yang menggunakan dengan ketentuan untuk atlit harus terbuka bagian leher dan telinga, sedangkan wasit dan pelatih boleh tertutup telinga dan lehernya. Sedangkan untuk pertandingan di Nasional, penggunaan hijab belum bisa diterapkan sesuai peraturan karena bentuk hijab yang terbuka tersebut belum bisa diterima oleh atlit muslimah di Indonesia. (Saat ini Produk WKF Approved Hijab dikeluarkan oleh Arawaza dan telah tersedia di www.oshcollection.com - red)

  1. Tidak ada penambahan waktu untuk pertandingan FINAL. Jika sebelmnya untuk perebutan medali Senior waktu ditambahkan 1 menit, namun kini tetap menggunakan waktu penyisihan sesuai kategori. Misal Senior untuk Putra 3 menit dan untuk putri 2 menit.
  2. Untuk waktu 10 detik terakhir tidak berlaku lagi passivity (bersikap deffence dan tidak menunjukkan niat untuk melancarkan serangan untuk menambah skor).
  3. Membanting lawan dengan menggunakan 2 tangan dilarang kecuali untuk menangkap kaki lawan saat lawan menyerang dengan tendangan. Jika hal tersebut dilakukan maka akan dikenakan hukuman peringatan kategori 2 (C2).
  4. Membanting diperbolehkan hanya dengan menggunakan satu tangan dan pada saat membanting tidak boleh melebihi atas pinggang atau tidak boleh juga membanting dengan cara tangan meraih kaki lawan dari bawah.
  5. Diberikan 1 kartu protes bagi kontingen yang akan dipegang oleh pelatih yang mendampingi dalam setiap partai pertandingan. Kartu protes ini dapat digunakan oleh pelatih jika pelatih merasa ada skor yang masuk tapi tidak diambil oleh juri. Setelah pelatih salah satu kontingen melakukan protes tersebut, akan dilakukan review oleh 2 orang wasit senior melalui rekaman Video. Namun jika protes yang dilontarkan oleh pelatih tersebut tidak terbukti, kartu protes tersebut akan ditahan. Namun jika protes tersebut diterima, maka keputusan wasit akan mengikuti hasil review dan kartu protes dikembalikan kepada pelatih untuk dapat digunakan kembali pada kesempatan berikutnya.
  6. Pemisahan yang jelas tugas dan wewenang wasit dan juri bahwa Juri hanya berwenang memberikan skor dan memberikan hukuman untuk terjadinya jogai (keluar arena) sedangkan wasit bertanggung jawab untuk memberikan pendapat hukuman C1 dan C2 dengan minimal mendapat dukungan dari 2 juri.
  7. Waktu istirahat untuk atlet untuk melakukan pertandingan berikutnya adalah sama dengan waktu standar pertarungan kategori tersebut. Misal senior putra 3 menit, maka untuk main berikutnya 3 menit juga. Kecuali untuk referchage atau kesempatan kedua adalah 5 menit karena termasuk waktu untuk mengganti warna perlengkapan.
  8. Untuk kadet, face mask hanya berlaku ditahun 2015 ini saja, selanjutnya mulai 1 januari 2016 tidak ada lagi penggunaan facemask.
  9. Setiap kontestan memiliki area start bebas dalam area 2x1m dengan warna matras berwarna merah.





Kata
  1. WAJIB untuk melakukan penghormatan sebelum dan sesudah memperagakan kata, jika tidak maka peserta akan didiskualifikasi. (Sebelumnya justru tidak dibolehkan melakukan penghormatan)
  2. Kata yang boleh diperagakan itu bukan lagi berdasarkan school atau club, tapi harus berdasarkan Ryu-Ha (Shotokan, Shitoryu, Wadoryu, Goju-Ryu).
    Note: Karate-ka aliran shotokan boleh menggunakan kata di luar aliran Shotokan selama berada dalam daftar kata yang boleh dipertandingkan.
    Berikut merupakan daftar Kata tersebut:

    Kata List

    Note: Nama beberapa Kata diterjemahkan dalam bahasa romawi dari bahasa aslinya (jepang), di beberapa perguruan dapat terjadi merupakan Kata yang sama namun penamaan yang berbeda
  3. Kata dasar boleh dipertandingkan dalam pertandingan kata senior. Tidak ada lagi Kata Wajib sehingga seluruh Kata menjadi Tokui semua
  4. Perubahan Kriteria penilaian dari 4 komponen penilaian (Kesesuaian, Technical Performance, Kinerja atletis/power, dan Tingkat kesulitan). Namun sekarang dijadikan 3 kriteria utama menjadi Kesesuaian, Technical Performance dan Kinerja Atletis/Power. Sedangkan penilaian tingkat kesulitan kata digabungkan penilaiannya dalam Technical Performance.
  5. Chief Judge boleh memanggil Juri (Shugo) hanya untuk menjelaskan telah terjadi pelanggaran Diskualifikasi.

General (Berlaku untuk Kata dan Kumite)
  1. Diberlakukannya Double Disqualification, yaitu kedua peserta bisa dua duanya di diskualifikasi baik untuk kumite maupun kata apabila 2 kontestan tersebut terdiskualifasi (Hanshoku). Jika terjadi pada babak penyisihan maka dua duanya hilang dalam bagan pertandingkan, (lawan di pertandingan sesudahnya menjadi menang bye). Namun dalam perebutan medali, tetap harus ada penentu kemenangan, maka penentuan pemenang akan dilakukan dengan hantei (voting).
  2. Perubahan kategori pertandingan (Kadet, Junior, Under 21 dan Senior), contoh sebelumnya Under 21 itu 3 kelas putra dan 3 kelas putri dan kata tidak ada. Sekarang menjadi ada kata dan nomor pertandingan menjadi 5 putra dan 5 putri.
Sekian merupakan hal-hal yang perlu dipahami oleh seluruh insan olahraga Karate-Ka di Indonesia. Jangan sampai kekalahan terjadi karena kurangnya pemahaman di dunia perwasitan. Adapun inti dari perubahan peraturan perwasitan tersebut adalah:
  1. Supaya pertandingan bisa lebih mudah dimengerti dan dilihat dengan baik oleh penonton / tidak membingungkan.
  2. Lebih terukur walaupun tetap saja tidak mutlak semuanya menjadi terukur sebagai persyaratan yang diminta oleh IOC agar karate bisa tampil di Olimpiade musim dingin di jepang.

Walaupun demikian, tentunya terdapat beberapa kendala yang perlu kita sikapi. Kendala tersebut adalah:
  1. Peraturan ini terbilang baru dan tidak banyak daerah yang telah memahami secara menyeluruh peraturan-peraturan tersebut sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara menyeluruh.
  2. Wasit dan Juri perlu benar-benar memperhatikan peraturan. Saat ini masih terdapat Wasit/Juri yang belum maksimal sehingga menimbulkan banyak protes.
  3. Dengan diberlakukannya Kata kembali ke style lagi, maka wasit dituntut harus tahu untuk semua aliran, minimal walaupun tidak hapal semua Kata terutama Kata aliran lain maka diharapkan untuk mengetahui setiap karakteristik dan filosofinya. Sekarang Wasit/Juri lebih dituntut untuk mempelajari lagi mengenai aliran Karate lainnya yang masih dalam naungan WKF.
  4. Dengan diberikannya kartu protes, maka waktu pertandingan dapat berlangsung semakin lama karena  diperlukan waktu bagi wasit untuk melakukan review ulang. Perlu diperhatikan oleh pihak penyelenggara dalam mengatur waktu jalannya pertandingan.


Sumber : (http://home.dasrilkarate.com/)

Minggu, 08 November 2015

91 Negara Ikuti Kejuaraan Internasional di Indonesia

91 Negara Ikut Kejuaraan Dunia Karate Di SerpongJakarta, Obsessionnews- Timnas karate Indonesia berlatih di Ciloto, Jawa Barat, jelang kejuaraan Dunia Karate yang akan berlanngsung di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang Selatan, 12-15 November nanti.
“Sengaja kita latih di tempat yang oksigennya tipis agar sewaktu bertanding nafasnya lebih ringan,” jelas Sekjen Federasi Olahraga Karate- Do Indonesia, Lumban Sianipar di Jakarta, hari ini.
Wakil Koordinator bidang prestasi dan pembinaan, Zulkarnaen Purba mengatakan, 52 orang telah melalui seleksi, dan akan kembali ke Jakarta pada H-3 setelah mengikuti pelatihan disana.
Dalam kejuaraan ini Indonesia tidak memasang target tinggi. Masuk final dan merebut satu perunggu saja sudah bagus. “Kita pertahankan yang telah diraih tahun lalu,” jelas Purba.
Indonesia akan menghadapi lawan tangguh, misalnya Eropa, Iran dan Jepang. Dari kawasan Asean adalah Vietnam, Malaysia, Thailand.
Indonesia diperkuat 26 muka baru.
Sebanyak 91 negara dengan 1425 peserta akan ikut turnamen ini. Sementara 211 wasit dari 50 negara juga akan hadir di Serpong.
“Biasanya ada ratusan negara yang ikut, tapi karena letaknya di Indonesia maka ini jadi pertimbangan negara lain untuk tidak berpartisipasi,” tandas Zulkarnaen. (ant)

(sumber:http://obsessionnews.com/91-negara-ikut-kejuaraan-dunia-karate-di-serpong/)

Minggu, 11 Mei 2014

Ujian Kenaikan Tingkat Periode 11 Mei 2014





Alhamdulilah pada tanggal 15 Maret 2014 Shindoka Kota Tegal telah melaksanakan ujian kenaikan tingkat dengan lancar tanpa ada suatu halangan yang berarti.Meskipun dari jumlah peserta mengalamipenurunan tetapi tidak menurunkan semangat para peserta ujian.Ujian ini diikuti dari beberapa dojo di Kota Tegal dan dari Lebaksiu kabupaten Tegal.

Jumat, 25 Oktober 2013

"MAJELIS SABUK HITAM"

Minggu, 01 September 2013

BERBAGAI ISTILAH DALAM KARATE


Bushido                  : Berjiwa Ksatria
Do                         : Jalan, Cara
Dojo                      : Tempat Latihan
Dojo Kun              : Peraturan Tempat Latihan
Embusen                : Garis Pergerakan (dalam KATA)
Gasshuku               : Latihan Bersama (penyeragaman Tehnik)
Gi                          : Seragam
Gohon                   : Kelima
Gohon Kumite       : Petarungan Kumite 5 langkah
Go no sen              : Membiarkan diserang dahulu dengan tujuan untuk membalas
Han                       : Setengah
Hanmi                   : Mengahadap Kedepan (45 derajat, didepan lawan)
Happo Kumite      : Kumite melawan beberapa lawan dari berbagai arah
Hara                     : Perut (bagian tengah dari tubuh)
Heiko                          : Keseimbangan






sumber:buku panduan pelatih shindoka/2011

Senin, 20 Mei 2013

Sekali Lagi....Atlet Shindoka Kota Tegal Masuk kejuaraan Provinsi


Purwokerto,19 Mei 2013 bertempat di GOR Beladiri komplek GOR Satria purwokerto. Fajar Pangestu Karyono menyabet gelar Juara 1 pada pertandingan Kata Perorangan Putra. Dan selanjutnya akan maju dalam event berikutnya yaitu POMPROV (pekan olah raga mahasiswa provinsi) yang kemungkinan akan diadakan di kota Semarang.

Selasa, 30 April 2013

Atlit Shindoka Kota Tegal berhasil dapat tikat PORPROV 2013



Semarang, 28 April 2013. Jak Pria A sudah berjuang keras memperebutkan tiket untuk maju ke kejuaraan selanjutnya yaitu PORPROV 2013 yang akan di adakan di Banyumas akhirnya mendapat kemenangan yang sangat tidak diduga olehnya. Dikelas -60 Kg Putra, ia berjuang mati-matian memperebutkan tiket tersebut. Meskipun 1x kalah tapi akibat adanya rever change dia bisa masuk ke kejuaraan selanjutnya.
Alhamdulilah....
Selamat buat Jaka.....terus berlatih kawan.... :-)

Selasa, 26 Maret 2013

PROMOSI


Bagi yang mau bergabung dengan Kami silahkan bisa hubungi nomer ini
087830234161

Sabtu, 23 Maret 2013

Makna Dari Tingktan dan Warna Sabuk KARATE

"MAKNA WARNA SABUK KARATE"

SABUK PUTIH: melambangkan kemurnian dan kesucian. Kemurnian dan kesucian ini merupakan kondisi dasar dari pemula untuk menerima dan mengolah hasil latihan dari guru masing-masing. Artinya berkembang atau tidaknya karateka ini tergantung dari apa yang diberikan oleh
senpai atau sensei mereka. Kemudian, setelah materi atau nilai Karate telah disampaikan sesuai dengan apa yang seharusnya, selanjutnya tanggung jawab ada pada masing-masing individu.

SABUK KUNING: melambangkan warna matahari yang diibaratkan bahwa karateka telah melihat “hari baru” dimana dia telah mampu memahami semangat Karate, berkembang dalam karakter kepribadiannya dan juga teknik yang telah dipelajari. Sabuk kuning juga merupakan tahapan
terakhir dari seorang “raw beginner” dan biasanya sudah mulai belajar tahapan-tahapan gerakan kumite bahkan ada juga yg mulai turun di suatu turnamen.

SABUK HIJAU: Sabuk ini merepresentasikan warna rumput dan pepohonan. Pemegang sabuk hijau ini sudah harus mampu memahami dan menggali lebih dalam lagi segala sesuatu yang berkaitan dengan karate seiring dengan bertumbuhnya semangat dan teknik gerakan yang sudah
dikuasainya. Sifat dari warna hijau ini adalah pertumbuhan dan harmoni. Dengan demikian seorang karateka sabuk hijau diharapkan dalam proses pertumbuhannya mulai bisa memberikan harmoni dan keseimbangan bagi lingkungan.

SABUK BIRU: Warna sabuk ini melambangkan samudera dan langit. Artinya karateka harus mempunyai semangat luas seperti angkasa dan sedalam samudera. Karateka harus sudah mampu memulai berani untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya dengan semangat
tinggi dan berfikir bahwa proses latihan adalah sesuatu yang menyenangkan dan bisa merasakan manfaat yang didapatkan. Karateka harus sudah bisa mengontrol emosi dan berdisiplin.

SABUK COKLAT: Warna sabuk ini dilambangkan dengan tanah. Sifat warna ini adalah stabilitas dan bobot. Artinya seorang karateka pemegang sabuk coklat mulai dari tingkatan kyu 2 sampai 1 harus bisa memberikan kestabilan sikap, kemampuan yang lebih dari pemegang sabuk di
bawahnya, dan juga sikap melindungi bagi junior-juniornya. Selain itu, sikap yang harus dimiliki adalah sikap menjejak bumi (down to earth) dan rendah hati pada sesama.

SABUK HITAM : Warna hitam sendiri melambangkan keteguhan dan sikap kepercayaan diri yang didasari pada nilai kebaikan universal. Warna sabuk ini menjadi idaman bagi setiap karateka untuk mendapatkannya. Namun, di balik semua prestise sabuk hitam terdapat tanggung jawab besar
dari karateka. Pada tahap ini, pemegang sabuk hitam mulai dari Dan 1 sampai selanjutnya sebenarnya baru memasuki tahap untuk mendalami karate yang lebih mendalam. Teknik maupun penguasaan makna hakiki dari kebaikan nilai karate sudah harus menjadi bagian dari karateka. (penggambaran Gichin Funakohsi).

Sebagian perguruan Karate di Indonesia, menggunakan sistem peringkat selain sabuk yakni kyu, ada beberapa perbedaan ketika sabuk biru (kyu 4) mengikuti ujian kenaikan sabuk coklat. Ada yang turun kyu dari kyu 4 menjadi kyu 3,5. Di perguruan lain ada yang langsung dari kyu 4 menjadi kyu 3. Dengan demikian, bagi sebagian perguruan Karate di Indonesia ada yang menerapkan ujian kenaikan sabuk coklat sebanyak 4 kali (2 tahun atau 4 semester) sampai mendapat kyu 1. Namun bagi sebagian yang lain, bisa hanya sampai 1,5 tahun atau 3 semester. Maka warna sabuk dalam Karate selain sebagai pembeda antara karateka yang baru belajar/pemula dengan yang sudah lama menekuni Karate, sabuk dipergunakan lebih luas dari itu yakni sebagai proses pendorong bagi karateka untuk terus giat belajar dan berlatih. Selain itu juga, bagaimana perbedaan sabuk ini justru menjadi dorongan bagi semua karateka untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
 
 
 
Sumber : Fans Page(fb) Forki Indonesia

Selasa, 12 Maret 2013

K U M I T E


KUMITE
Salah satu bagian penting dari latihan Karate adalah KUMITE. Latihan Kumite mengajarkan seorang karateka bagaimana menghindar ataupun melakukan serangan dengan menerapkan tehnik-tehnik karate terutama menggunakan tehnik KIHON dan tehnik KATA yang benar.
Pada dasarnya Latihan Kumite dibagi kedalam 2 kategori yaitu :
  1.  Kumite dengan komando (Pre-arranged sparing)
Kumite dengan komando bertujuan sebagai latihan persiapan untuk memahirkan tehnik kihon seorang karateka sebelum masuk kedalam latihan JIYU kumite

Latihan Kumite dengan komando inin dibagi dalam 3 jenis latihan yaitu :
a.      Ippon kumite (sparing 1 langkah)
Latihan ippon kumite dalah latihan sparing/berpasangan yang diatur dan biasanya dilakukan untuk melatih pertahanan diri dengan cara melangkah 1 langkah mundur sambil melakukan tehnik tangkisan terhadap serangan lawan yang juga dilakukan dengan 1 langkah serangan.
b.      Nihon Kumite (sparing 2 langkah)
Latihan nihon kumite dalah latihan sparing/berpasangan dengan karateka melakukan tehnik yang telah diatur terlebih dahulu dengan melakukan serangn 2 langkah kedepan dan lawannya melakukan tehnik tangkisan.
c.       Sanhon Kumite (sparing 3 langkah)
Latihan sanhon kumite adalah latihan saparing/berpasangan dengan karateka melakukan tehnik yang telah diatur terlebih dahulu dan melakukan serangan 3 langkah kedepan dan lawannya melakukan tehnik tangkisan dan membalas serangan juga dengan 3 langkah. Biasanya latihan ini digunakan untuk mengembangkan kecepatan, kekuatan, dari tehnik kihon karate.

  2. Kumite Bebas (Jiyu Kumite)
Kumite bebas (jiyu kumite) merupakan sparring dimana seorang karateka tidak mengetahui tehnik serangan yang akan dilancarkan oleh lawannya dan sipenyerang juga bebas melakukan tehnik serangan sejauh tetap memperhatikan aturan yang berlaku didalam dojo maupun aturan pertandingan. Pada dasarnya didalam berlatih kumite harus mengingat tehnik Sun-dome(selalu mengontrol pukulan atau tendangan sehingga tidak mencederai lawan) dan menjujung tinggi Janji Karateka. Latihan jiyu kumite ini akan sangat bermanfaat untuk membantu membangun mental dan gerak reflek seorang karateka.



sumber : "buku panduan latihan shindoka/2011"

Selasa, 05 Maret 2013

POPDA KOTA TEGAL, Shindoka menyumbangkan banyak medali











Senin, 25 Februari 2013

KARATE INDONESIA WAJIB BERBENAH

Menuju SEA Games 2013, Karate Wajib Berbenah

Donny Dharmawan (kiri) saat menghadapi karateka Turki yang memiliki postur lebih tinggi di nomor kumite beregu putra. Indonesia akan belajar banyak dari perkembangan karate Eropa.
PARIS – Pelatih Kepala Omita Olga Ompi akan segera mengevaluasi kinerja timnya pada Kejuaraan Dunia Karate Senior ke-21 di Paris,Prancis 21–25 November.Dia menilai hasil yang diperoleh Indonesia pada ajang tersebut akan dijadikan pelajaran berharga membenahi tim jelang menghadapi SEA Games 2013 Myanmar. Pada kejuaraan dunia yang diikuti 1.470 karateka dari 113 negara itu,Indonesia tidak mampu meraih satu medali pun.

Prestasi terbaik Indonesia hanya lolos ke babak ketiga kelas -75 kg lewat Christo Mondolu. Sementara karateka lainnya hanya sampai babak kedua seperti Jintar Simanjuntak (-67 kg), Donny Dharmawan (-60 kg),dan Nurhadianti Fitrianingsi (-55 kg).Bahkan,debutan Caesar Hutagalung +84 kg) dan Indah Mogia Angkat (-68 kg) hanya sampai babak pertama. Begitu juga tim kumite beregu putra pimpinan Umar Syarief dan tim kata beregu putra Faizal Zainuddin,Aswar,dan Fidelys Lolobua,hanya sampai babak pertama.

Hasil inilah yang akan menjadi bahan evaluasi tim demi perbaikan ke depan.Hanya, tak dimungkiri,persaingan di level dunia sangat berbeda dengan di level Asia,apalagi Asia Tenggara.Terutama,dominasi karateka Eropa yang luar biasa.“Secara postur,agak sedikit berbeda meski dibatasi kelas. Ratarata karateka Eropa memiliki jangkauan lebih panjang ketimbang Asia,termasuk Indonesia. Tapi,setidaknya,itu jadi pengalaman berharga bagi karateka kami,”ujar Omita.

Faktanya begitu.Karateka Eropa begitu menguasai pertandingan. Bahkan,Prancis yang menjadi tuan rumah mengantongi delapan tiket final.Turki juga begitu piawai di nomor kumite putra.Itu yang mesti menjadi perhatian Indonesia bahwa karateka Eropa makin berkembang. “Belajar dari perkembangan Eropa memang sangat menarik bagi Indonesia. Sesuai pengalaman saya,karate Eropa memang makin maju,”ujar Umar.

Umar wajar menyatakan itu.Dia memang sudah mengenal betul peta kekuatan Eropa. Bahkan,dia sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun di liga-liga Eropa sehingga mental dan fighting spiritnya benar-benar terjaga.“Saya banyak mengikuti liga-liga karate.Jadi,saya tahu persis perkembangan mereka saat ini.Jadi,kalau karatekakarateka Indonesia belajar dari gaya-gaya Eropa,itu akan sangat membantu peningkatan kualitas karate Indonesia,”ujar Umar yang juga menyarankan Indonesia bisa mengundang juara-juara dunia karate macam Raphael Aghayev untuk memberi pencerahan di Indonesia.

Sementara itu,tiga kali juara dunia dan empat kali juara Eropa asal Luksemburg Jensen Junior Gustav menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk maju ke level dunia,terutama karena Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah.“Terbukti, Indonesia punya Umar. Saya tahu persis bagaimana Umar.Tapi,terpenting,untuk bisa menguasai dunia,harus memiliki teknik,fisik, dan taktik,”ujar Gustav. ●rakhul amar

Sumber : Seputar-indonesia.com

Rabu, 23 Januari 2013

KEJURDA SHINDOKA 2013 (U P S KOTA TEGAL)



Rabu, 02 Januari 2013

KIHON (Pukulan)


Kihon adalah sebuah latihan dasar karate yang merupakan latihan tahap awal atau bisa dikatakan sebagai pondasi bagi seorang kearateka sebelum memasuki tahap-tahap yang lebih tinggi.

KIHON : PIKULAN/ZUKI/UCHI
Tehnik memukul dalam Karate disebut “Zuki” dan “Uchi”.
Ada beberapa tehnik zuki diantaranya yang sering digunakan adalah tehnik dengan kepalan tangan yang disebut “Sei-Ken”, dan juga “Uchi”. Latihan kihon Zuki/uchi yang baik hendaknya dilakukan secara RILEKS dan BEBAS dengan koordinasi yang baik dalam melepas dan menarikkembali pukulan yang dilepaskan. Pukulan Zuki/Uchi yang dilakukan harus memiliki kecepatan dan bertenaga. Beberapa tehnik pukulan Zuki dan Uchi diantaranya adalah :

1.     Chudan zuki  (pukulan kearah tengah badan)
2.     Jodan zuki     (pukulan kearah atas budan/muka)
3.     Gedan zuki    (pukulan kearah bawah badan)
4.     Tate zuki        (pukulan dengan kepalan vertical)
5.     Ura zuki         (pukulan dengan punggung tangan)
6.     Morote zuki  (pukulan dua tangan{arah muka & arah tengah badan})
7.     Age zuki         (pukulan mengayun kearah atas/hook)
8.     Kage zuki       (pukulan hook kearah tengah badan)
9.     Shuto uchi     (pukulan dengan tangan terbuka)
10. Kentsui uchi  (pukulan dengan kepalan tangan bagian dawah)
11. Haito uchi      (kebalikandari shuto uchi)  J
12. Hiji ate            (serangan dengan siku tangan)
13. Ippon ken       (Pukulan dengan menggunakan ruas telunjuk yang dikepalkan)
14 Nukite              (Pukulan dengan menggunakan ujung jari tangan)
15 Hira ken           (pukulan dengan menggunakan setengah kepalan tangan)
16. Yubi basami    (serangan dengan 2 jari kearah leher)
17. Hira basami     (serangan 5 jari mencekik leher)

Selasa, 01 Januari 2013

GASHUKU SHINDOKA @GUCI



Senin, 03 Desember 2012

ARTI/MAKNA DARI NAMA-NAMA KATA part III (End)

41. Kosokun Sho               : Nama seorang ksatria dari China
42. Chatanyara Kusanku    : Kata Kusanku dari Chatan
43. Seipai                          : 18 Jurus dari Lohan
44. Shisochin                     : Pertempuran 4 pendeta
45. So Chin                       : Bertenaga & pemberani
46. Un Shu                        : Tangan berawan
47. Hakucho                     : Seratus burung
48. Rohai                          : Bangau Putih
49. Pai Pu Ren                  : Delapan langkah
50. Shin Sei                       : Hati yang bersih
52. Kenshu                        : Kata Wanshu untuk wanita
53. Aoyagi                         : Pohon yang hijau
54. Hei ku                          : Harimau hitam
55. Pai ku                           : Harimau putih
56. Myojo                          : Bintang pagi


Sumber : Buku Panduan Latihan Sitoryu Indonesia Karate-Do

Rabu, 21 November 2012

ARTI/MAKNA DARI NAMA KATA (part II)

21. Niseishi  : 24 Langkah
22. Nipaipo  : 28 Jurus
23. Happo Sho : 8 Langkah kecil
24. Sanchin  : 3 Pertempuran
25. Tensho  : Tangan berputar
26. Jitte       : 10 Tangan suci
27. Jiin        : Tempat Suci
28. Jion       : Suara Suci
29. Kensho  : Cahaya Abadi
30. Seienchin  : Ketenangan ditengah badai
31. Kururunha : 17 Jurus menjaga bumi
32. Shinpa    : Penghancuran Terakhir
33. Chinte     : Tangan yang berjaya
34. Chinto    : Menyerang ke timur
35. Wanshu  : Nama seorang utusan dari China
36. Saifa       : Pertahanan Terakhir
37. Matsukaze : Pohon pinus di tengah angin
38. Bassai Dai  : Menembus benteng (besar)
39. Bassai Sho  : Menembus benteng (kecil)
40. Kosokun Dai : Nama seorang ksatria dari China

Selasa, 20 November 2012

ARTI/MAKNA DARI NAMA KATA (part I)

1. Pinan Shodan : Pikiran/jalan damai 1
2. Pinan Nidan   : Pikiran/jalan damai 2
3. Pinan Sandan : Pikiran/jalan damai 3
4. Pinan Yondan : Pikiran/jalan damai 4
5. Pinan Godan   : Pikiran/jalan damai 5
6. Tomari Bassai : Bassai Tomari
7. Gojushiho       : 54 Langkah
8. Juroku            : 16 Jurus
9. Annanko         : Sinar dari selatan
10. Matsumura Bassai : Bassai Matsumura
11. Shiho Kosokun      : Bertempur ke 4 arah
12. Naifanchi Shodan     : Bergerak ke dalam 1
13. Naifanchi Nidan     : Bergerak ke dalam 2
14. Naifanchi Sandan   : Bergerak ke dalam 3
15. Rohai Shodan         : Bangau Putih 1
16. Rohai Nidan           : Bangau Putih 2
17. Rohai Sandan         : Bangau Putih 3
18. Suparimpei             : 108 Jurus Terakhir
19. Seisan                     : 13 Jurus
20. Sanseiru                  : 36 Jurus

Kamis, 08 November 2012

10 Karateka Dikirim ke PARIS

Sepuluh Karateka Dikirim ke Paris
Jakarta | Rabu, 7 Nov 2012


PENGURUS Besar Federasi Karate-Do Indonesia (PB Forki) akan mengirimkan sepuluh karateka ke kejuaraan karate dunia (WKF) Premier Luegue di Paris, Prancis 21-25 November 2012. Para atlet yang terjaring masuk tim menuju WKF sudah melakukan penempaan di Pelatnas bersama 21 atlet karateka lainnya.


Para karateka yang dikirim mengikuti WKF merupakan atlet yang pernah turun di Liga Primer Dunia. Dengan begitu, prestasinya tidak perlu diragukan lagi. Mereka merupakan hasil pantauan pada kejuaraan karateka Asia Tenggara di Thailand dan PON 2012 Pekanbaru, Riau, serta Pelatnas SEA Games XXVII.


“Kendati begitu para atlet nasional itu tidak diberikan beban meraih medali emas. Dengan harapan mental tandingnya tetap terjaga dan tidak merasa dibebani,‘ kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki, Djafar Djantang di Jakarta, Senin (5/11).


Atlet yang tampil tanpa beban dalam suatu pertandingan jelasnya, mampu tampil eksis untuk mengejar prestasi puncak. Kondisi seperti itu selalu diterapkan PB Forki dalam menurunkan atletnya di berbagai ajang internasional, baik SEA Games, Asian Games maupun kejuaraan internasional lainnya.


Para atlet senior yang terjaring masuk tim karate nasional menuju WKF adalah Umar Syarif, Kristo, Donny, Jintar di putra. Sedang di putri menurunkan Nurhadiyanti, dan Indah M Angkat. Para atlet tersebut juga diturunkan di Liga Primer di Gedung Tenis Indoor Jakarta, Juni 2012. Dengan begitu prestasinya masih bisa diharapkan saat tampil di WKF nantinya.


Soal Pelatnas SEA Games 2013, PB FORKI sendiri sudah menyiapkan skuadnya. “Hingga saat ini sudah terdaftar 31 atlet yang masuk Pelatnas SEA Games XXVII Myanmar, sedang sisanya dipantau melalui PON XVIII Pekanbaru Riau. Karena selama Pelatnas tahap pertama PB Forki mendapat jatah 46 atlet dari Satlak Prima Utama dan Muda,‘ kata Djantang.


Meski sudah menyatakan mundur dari kancah SEA Games, karateka senior Umar Syarif masih diberi kepercayaan mendampingi yuniornya tampil di kejuaraan karate dunia WKF. Sebab, atlet senior asal Jatim yang kini tinggal di Swiss ini masih cukup disegani lawan dan mampu memberikan dorongan semangat bagi yuniornya saat tampil dalam pertandingan.


“Atas pertimbangan mampu membimbing dan prestasinya cukup bagus, Umar diberi peluang membela Merah-Putih di WKF,‘jelas pelatih karateka nasional, Omita Olga Ompi.


Menurut Omita, perpaduan prestasi yang dihasilkan atlet senior dan yunior di kejuaraan internasional diharapkan mampu menyuguhkan prestasi optimal di Prancis. Meski tidak memberikan beban pada atletnya saat tampil di WKF, namun ia berharap mereka tampil seoptimal mungkin demi nama baik bangsa dan negara.


Kejuaraan karate WKF memang berat karena diikuti jawara karate dari seluruh dunia, terutama datang dari Jepang dan negara kawasan Eropa. Melalui pertimbangan itu pula, PB Forki hanya berharap atlet yang diturunkan mampu meningkatkan prestasi, agar pada SEA Games 2013, karate Merah- Putih bisa mempertahankan gelar juara umum.

Sumber : www.jurnas.com